Blog Ini Pindah Domain

Setelah sekian tahun berkutat di satriyonitiatmojo.wordpress.com, mulai hari ini aku memindahkan blog personalku ke alamat satriyonitiatmojo.com, silahkan kamu akses blog , melalui alamat domain baru itu. Akan tetapi, seluruh artikel di blog ini tidak akan dihapus, dan dibiarkan saja seperti biasanya.

Iklan

Addicted To Blogging, But Limited By The Rules

Blogging itu sebenarnya hobi lamaku, tapi ini menjadi hobi baruku ketika berhadapan dengan uang dan uang. Mereka menyebutnya Monetize. Aku terbilang masih sangat awam di dunia ini, khususnya monetize blog, yang pastinya harus mempelajari segudang pengetahuan baru, yang biasa disebut SEO.

Baca Selengkapnya : Addicted To Blogging, But Limited By The Rules, Satriyo Niti Atmojo

Tidak Ingin Menulis, Tapi Ingin Menulis

Malam ini aku agak sedikit aneh, tidak ingin menulis, tapi ingin menulis. Mungkin ini disebabkan karena rasa jenuh yang berlebihan, tentang profesiku dalam menjalankan design studio ini. Semua jadwal yang pada awal mulanya terkendali dengan baik, bisa menjadi amburadul, dan entah apa penyebabnya. Aku pikir itulah kejenuhan, dan sebagai manusia normal kita memang harus membutuhkan istirahat, terlepas kita workaholic atau bukan.

Tempe penyet cak bendol Surabaya, setidaknya itu salah satu hiburanku yang paling murah, yang bersebelahan dengan warung kopi favoritku, hehe. Aku pikir untuk menghilangkan kejenuhan itu membutuhkan tawa, obrolan bebas, dsb, yang penting tidak memikirkan pekerjaan terlebih dahulu. Tapi hasilnya, gagal, karena malam ini aku masih dalam posisi jenuh, sangat jenuh. Mungkin terkadang kita butuh liburan, liburan yang cukup panjang, mungkin 1 minggu atau bahkan lebih, dan aku pikir itulah solusinya.

Seperti halnya artikel saya sebelumnya, Tips Untuk Meraih Impian, yang sama halnya kita menulis sebuah buku, harus ada titik, setelah kita meletakkan koma pada tempatnya. Titik di akhir paragraf adalah waktunya kita untuk beristirahat.

Tips Untuk Meraih Impian

Entah kenapa tiba-tiba aku ingin menulis artikel ini, dengan judul tips untuk meraih impian. Mungkin karena aku terlalu sering mengamati teman-teman yang berjuang meraih impian, sedangkan itu bukan hanya untuk satu mimpi tapi bisa sejuta impian. Jujur saja, aku juga masih berjuang meraih semua impianku, yang tidak mungkin aku sebut semuanya satu persatu, tapi salah satu dari sekian banyak impianku itu sudah ada, dan benar-benar nyata, yaitu memiliki Studio Desain, yang bernama Vordava, dan sudah tiga tahun aku membesarkannya.

Baca Selengkapnya : Tips Untuk Meraih Impian.

Mendengarkan Keluhan Konsumen Paling Mendasar

Hari ini aku mendapatkan pelajaran baru, tentang mendengarkan keluhan konsumen, yah sebenarnya gak baru-baru amat. Mungkin kalian sudah baca tempe penyet cak bendol surabaya, yang aku tulis pada artikel sebelumnya. Dan pada hari ini, tepatnya malam ini aku sengaja mampir ke warung tempe penyet itu, sekedar ngobrol sama teman-teman karena memang lokasinya bersebelahan dengan warung kopi favorit, yang tiap harinya pasti ada saja obrolan seputar ngentube, hehe, aneh.

Pada beberapa minggu yang lalu aku komplain ke Cak Bendol, lantaran salah satu makanannya ada yang sedikit tengik / basi. Tapi, karena aku orang Indonesia dan beretika, maka aku pun menyampaikan dengan cara yang baik dan berusaha tidak menyinggung perasaannya. Yah, hari ini Cak Bendol mengatakan jika dia komplain ke salah satu pemasok ikan yang pada minggu sebelumnya aku katakan tengik. Wah, cukup kaget juga ternyata Cak Bendol masih peduli dengan keluhan pelangganya, dan dia mengatakan berhenti membeli ikan di tempat itu, dan mencari tempat lain yang menjual ikan asli segar. Dan aku sangat puas dengan respon Cak Bendol dengan komplain yang aku katakan beberapa minggu yang lalu.

Dari sini kita bisa memahami melalui contoh kasus yang sederhana, dan kebetulan aku alami sendiri, jika kita mau mendengarkan keluhan pelanggan / konsumen, dan kemudian menindak lanjuti keluhan itu, itu sangat menyenangkan hati konsumen. Dan artinya akan tetap menjaga loyalitas konsumen kita. Wah, hari ini dapat pelajaran baru lagi.

G-Land, Surga Para Surfer

Sudah lama aku tidak main ke Bali, dan keinginan itu muncul lantaran seorang teman bercerita tentang G-Land, surga para surfer dunia. Entah bagaimana ‘sosok’ dari G-Land itu sendiri, dan mungkin suatu saat aku pasti kesana..pasti. Tadi sore, aku browsing tentang daftar tempat wisata di Bali, dan aku menemukan juga artikel tentang G-Land di blog tersebut, lebih tepatnya disebut majalah online.

Entahlah, terkadang aku sendiri jenuh dengan kesibukan ini, dan sudah bukan lagi kesibukan, tapi rutinitas yang sama disetiap harinya, berkutat di depan komputer, pensil dan kertas, observasi, dsb. Tapi, mau bagaimana lagi, toh studio desain ini adalah lahan mata pencaharianku, yang mau tidak mau aku harus terus membuatnya tetap hidup, untuk menafkahi anak-istriku, hehe, kok jadi curhat.

Aku pikir terkadang kita juga butuh kesenangan, selain disibukkan dengan rutinitas yang sama, meskipun toh rutinitas itu juga sebagai mata pencaharian kita. Yah, paling tidak Bali tempat yang paling dekat dan paling indah untuk sekedar berwisata. Gimana, sepaham dengan aku kan ? Hehe..

Cara Melaporkan Blog Spam & Autoblog Ke Google

Tulisan ini saya buat, setelah membaca artikel blog tetangga, yang judulnya Cara Melaporkan Autoblog Di Google, yang di tulis oleh Vortuno. Aku pikir bukan hanya autoblog saja yang bisa dilaporkan, tetapi Blog Spam pun bisa kita laporkan. Dan yang pasti, saya menulis ini bukan lantaran ahli, hanya menulis apa yang saya pikirkan setelah membaca artikel itu.

Pada saat ini, ketika kita membutuhkan informasi penting di Google, seringkali kita merasa kesusahan menemukan blog ataupun website yang ‘asli’, karena terlalu banyak penipuan konten, khususnya yang dilakukan oleh autoblog, yang seenaknya mencuri feed blog ataupun website kita. Mencuri feed sih boleh-boleh saja, toh mereka juga ingin mendapatkan sejumlah uang, tetapi bukankah pemilik feed juga ingin mendapatkan uang dari blog monetize mereka ? Bukankah seharusnya hubungan saling menguntungkan itu jauh lebih baik, ketimbang hanya menguntungkan diri sendiri, dan merugikan pihak lain ? Sepertinya itu adalah hal yang sangat sulit. Aku pikir jika autoblog itu selain mencuri summary post blog lain, tetapi juga memberikan link sumber yang dofollow, sudah pasti pemilik artikel yang sebenarnya tidak akan kebakaran jenggot.

Satu hal yang harus kita ingat, janganlah merasa diri kita yang terbaik, sehingga dengan seenaknya merendahkan, merusak, dan merugikan blog atau website yang lainnya, yang kita anggap masih bau kencur. Pertanyannya, apakah anda sudah benar-benar mengenal si pemilik blog bau kencur itu ? Lantas bagaimana jika ternyata mereka berkali-kali jauh lebih hebat dibandingkan dengan kemampuan kita ? Sedangkan kita ‘dengan sengaja’ merugikan blog mereka. Lalu bagaimana jadinya jika mereka marah, dan dengan sangat terpaska mereka mengerahkan seluruh kemampuannya, yang selama ini mereka ‘sembunyikan’, dan bukankah itu sama halnya kita berenang di kolam buaya ? Hehe, menyeramkan tentunya.

Yah, mungkin kini saatnya kita intropeksi diri, karena diatas langit masih ada langit lagi, dan seterusnya. Semoga artikel super singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi ‘pencuri konten’.