Direktur Kuli Bangunan

Beberapa hari yang lalu saya lihat tag foto seorang kawan di Facebook, memuat beragam corak kaos, yang katanya dia produksi sendiri. Cukup menarik memang kaos-kaos tersebut, meskipun saya tidak ada keinginan sedikit pun untuk membelinya.

Disetiap satu foto, saya lihat beberapa komentar dari kawan-kawannya. Satu-persatu foto saya lihat, dan saya cukup salut dengan kemauan kerasnya untuk berwirausaha, dan proses kreatifnya didalam menghasilkan visual pada kaos tersebut. Dan terkejutlah saya ketika melihat salah satu foto, yang isinya menanyakan “Nama usahamu ini apa? Produksi apa saja selain kaos?”, dan dia menjawab “***** Advertising. Produksi mug, kaos, jam dinding, dan souvenir-souvenir lainnya”. Hah..Advertising? Gak salah tuh? Karena setahu saja, advertising adalah periklanan, dan menyediakan jasa pembuatan iklan, mulai dari 0 hingga dikampanyekan.

Jika ada lebih dari 1000 orang yang menyalah gunakan fungsi dan arti advertising seperti itu, dan ada 10.000 ribu orang yang memahami dan mengetahui pengertian, fungsi, dan arti advertising dengan kesalahan yang fatal, apa jadinya industri kreatif dinegeri ini?

Bukan maksud saya tidak boleh menggunakan kata advertising, tapi pahami fungsi dan artinya dengan baik. Ibarat seorang tabib yang mengakui dirinya sebagai seorang dokter, ibarat seorang dukun beranak yang mengakui dirinya sebagai seorang bidan, dan bahkan lebih parah lagi untuk kasus seperti ini, ibarat kuli bangunan yang mengakui dirinya sebagai seorang direktur. Aneh bukan?